berikut adalah review film ‘Modern Times’ yang dibintangi oleh Charlie Chaplin sang komedian.

Prologue  ‘pada masa modernisasi, setiap manusia berusaha sekuat tenaga untuk mencapai kebahagiaan.

Dikisahkan disini, Charlie Chaplin bekerja sebagai seorang buruh di ElectroSteel corp. Pekerjaannya setiap hari adalah mengencangkan sekrup, dan hal ini ia kerjakan bersama para buruh lainnya seharian nyaris tanpa waktu istiharat. Boss yang memimpin pabrik atau perusahaan ini duduk di kantornya, menyampaikan perintah kepada bawahannya melalui intercom dengan layar lebar di berbagai lokasi di pabrik, bahkan di toilet. Suatu hari, datanglah beberapa orang yang menawarkan sebuah mesin baru dari Bellows kepada sang boss. Mesin ini berfungsi untuk mengatur proses makan seseorang secara otomatis, sehingga memungkinkan orang tersebut untuk tetap bekerja sambil makan. Hal ini dianggap menarik oleh si boss karena dapat meningkatkan produktivitas pabriknya karena para buruh tidak memerlukan waktu istirahat untuk makan siang, maka mesin ini langsung dibawa untuk di tes. Sialnya, Chaplin yang sedang ingin menikmati makan siangnya ditunjuk untuk menjadi kelinci percobaan. Mesin yang berbentuk seperti meja ini bekerja dengan menyediakan satu set makanan seperti jagung, sup, dan kue, dan memberi makan secara berputar dan menggunakan berbagai alat bantu, sehingga sementara Chaplin tetap mengencangkan sekrup, mesin ini dapat me’nyuap’pinya makanan. Mesin ini terlihat hebat pada awalnya, namun tak lama kemudian mesin ini rusak dan bekerja secara berantakan. Charlie Chaplin pun menjadi korban mesin ini, sehingga kemudian mesin ini ditolak karena tidak praktis.

Sorenya, setelah bekerja sekian lama, tiba-tiba Chaplin menjadi seperti orang gila. Ia mengganggu para buruh yang lain dengan cara yang konyol, ia juga mengejar seorang ibu-ibu yang lewat di depan pabrik, mengutak-atik mesin pabrik, sampai akhirnya ditangkap dan dibawa ke rumah sakit jiwa. Tak lama ia sembuh, dan saat keluar dari rumah sakit, ia harus cari kerja lagi. Ia kemudia mondar-mandir di kota untuk cari kerja namun tak sengaja ia terdorong oleh para demonstran komunis, dan ditangkap polisi karena berdiri paling depan dan disangka pemimpin demo. Chaplin pun di penjara, dan ia satu sel dengan seseorang yang bertampang sangar namun suka menyulam. Pada saat jam makan bersama, Chaplin tak sengaja memakai narkotika yang diselundupkan oleh orang lain. Ia pun menjadi ‘high’, lagi-lagi seperti orang gila, namun kebetulan, saat itu sedang ada pemberontakan para tawanan yang berusaha mengurung para polisi dan sipir penjara, dan secara kebetulan pula Chaplin menghajar para tawanan tersebut. Karena hal ini ia kemudian dipuji oleh sipir penjara dan diperlakukan dengan baik. Saat keluar dari penjara ia diberi surat rekomendasi untuke mencari kerja oleh sipir penjara, walaupun Chaplin memaksa untuk tinggal dipenjara karena ia merasa nyaman di sana. Akhirnya ia mencoba bekerja di perusahaan pembuat kapal, dimana sialnya, ia langsung dipecat karena menenggelamkan sebuah kapal pada hari itu juga. Ia pun menganggur lagi, dan berkeliling kota untuk mencari kerja. saat itulah ia berpapasan dengan seorang gadis terlantar yang sedang kabur dari kejaran polisi. Chaplin kemudian mengambil roti yang dicuri gadis itu dan mengatakan bahwa ia yang mencuri roti itu kepada polisi, dan memaksa untuk dibawa ke penjara. Gadis itu sendiri kemudian ditangkap juga, dan bertemu dengan Chaplin lagi di mobil polisi.

Mereka kemudian kabur bersama dari mobil tersebut, dan Chaplin mendapat kerja di sebuah departement store sebagai penjaga malam, namun ia dipecat lagi karena membiarkan gadis tersebut menginap di dalam departement store, dan membiarkan sekelompok maling masuk ke dalam karena mereka ternyata adalah teman sesama buruh di pabrik ElectroSteel.  Ia juga ditangkap lagi oleh polisi, namun dibebaskan tak lama kemudian dan tinggal bersama gadis tersebut di sebuah gubuk yang ditemukannya. Mereka jatuh cinta satu sama lain. Suatu hari mereka berdua kerja di sebuah kafe, gadis tersebut sebagai penari dan Chaplin sebagai pelayan yang kemudian diganti menjadi penyanyi karena membuat kesalahan. Mereka berhasil menghibur penonton, namun kemudia mereka dikejar oleh petugas yang menghimpun pengangguran dan anak terlantar. Mereka pun kabur lagi, dan lagi, dan mereka sepakat bahwa walaupun tanpa rumah, mereka tetap bahagia karena bisa bersama satu sama lain.

Sekilas tentang Charles Spencer Chaplin ,Jr.

charlie_chaplin1pelawak yang lebih dikenal sebagai Charlie Chaplin ini lahir di London pada 16 April 1889 dan aktif sebagi actor dan director dari 1895 sampai 1976. Ia sangat terkenal di Eropa, dan hijrah ke Amerika dimana ia semakin sukses dan memenangkan Academy Award, serta dikenal sebagai salah satu selebriti terbesar di masa-masa awal perfilman Hollywood. Ia terkenal sangat kreatif dan cerdas. Kemudian ia meninggal pada tahun 1977 pada saat tidur. mayatnya dikubur di switzerland, dimana mayatnya sempat dicuri namun berhasil ditemukan kembali dan dikubur lagi.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: